Hosting Your Business Can Count On - GoDaddy.com

Rabu, 31 Oktober 2012

Atletik (Lempar Lembing, Cakram dll )


LEMPAR LEMBING

Definisi lempar lembing
Lempar lembimg termasuk salah satu nomor lempar dalam cabang olahraga atletik, prestasi yang di ukur adalah hasil lemparan sejauh mungkin. Ada beberapa teknik dasar yang harus dikuasai oleh atlet lempar lembing yaitu : Cara memegang lembing, cara membawa lembing, lempar lembing tanpa awalan dan lempar lembing dengan awalan.
Cara memegang lembing dibedakan tiga cara yaitu cara Amerika, cara Finlandia dan cara menjepit(tang).
Peraturan lomba lempar lembing
a.     Lembing terdiri atas 3 bagian yaitu mata lembing, badan lembing, dan tali pegangan lembing. Panjang lembing putra : 2,6m – 2,7m, sedangkan untuk putri 2,2m – 2,3m, beret lembing putra : 800 gram sedangkan untuk putri 600 gram.
b.     Lembing harus dipegang pada tempat pegangan.

c.      Lemparan sah bila lembing menancap atau menggores ke tanah.

d.      Lemparan tidak sah bila sewaktu melempar menyentuh tanah di depan          lengkung lemparan.

  

TOLAK PELURU

Definisa Tolak Peluru
Banyak orang awam mangenal apa itu peluru ?
Kalau sudah menyangkut dengan peluru pasti dihubung – hubungkan dengan senjata api. Karena paluru merupakan sebuah benda atau bisa disebut isinya dari senjata api. Tapi, peluru ini beda dengan apa yang difikirkan. Dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan senjata api. Peluru ini kalau dihubungkan membanggakan bagi yang mendalaminya. Yaitu cabang tolak peluru yang masuk dalam daftar perlombaan Nasional maupun Internasional.

Tolak peluru merupakan suatu aktivitas yang dilakukan untuk  mencapai lemparan atau tolakan yang sejauh jauhnya. Peluru yang digunakan terbuat dari besi berbentuk oval dengan berat 3kg, 4kg, 5kg, 7kg. Dengan ruang lingkaran lebar 5 x 3m. Yang terpenting dari tolak peluru adalah peluru harus didorong keluar dengan kecepatan maksimal, dengan sudut kira – kira 40 derajat. Posisi untuk menolak harus ditekankan pada kaki. Karena kaki adalah bagian yang terkuat dari badan.

Teknik – teknik Tolak Peluru.
Cara memegang :
Peluru harus terletak pada akar jari-jari tangan. Jari pertama, kedua dan ketiga (telunjuk, jari tengah dan kelingking) merupakan titik - titik utama untuk membantu melontar. Jari-jari berdekatan. Jari kelingking dan ibu jari menjaga agar peluru  tergeser kesamping ke samping. Peluru harus tetap berada diposisi bawah rahang. Latihan yang pertama, gerakan dari lengan. Peluru harus didorong dari tempatnya bertopang dileher. Pada waktu menolak, siku harus setinggi mumgkin dan mengikuti terus dibelakang peluru, ketika peluru sudah dilepaskan, jangan sekali sekali membiarkan lengan tertuju dibawah peluru atau terburu buru ditarik. Kedua kaki sejajar berdampingan, menghadap kearah sasaran lemparan dan jarak antara kaki ini lebih lebar sedikit dari lebar pinggul. Setelah latihan pertama dikuasai, selanjutnya dilakukan dengan tolakan berdiri.
Tolakan berdiri
Yang menggunakan tolakan dengan tangan kanan, posisinya sebagai berikut:
·        Dagu, lutut dan ujung kaki kanan harus berada pada satu garis lurus vertikal. Punggung jangan membungkuk.
·         Jarak antara kedua kaki adalah dua atau tiga kaki tergantung tingginya atlet dan ujung kiri sejajar dengan kaki kanan.
·        Gerakan terakhir badan diputar keposisi semula waktu menolak. Selama gerakan ini harus ditekankan kecepatan panggul sebalah kanan, siku tetap dibelakang prluru dan mengikutinya dengan gerak lengan yang cepat. Pundak kiri tidak boleh turun dalam gerakan ini. Yang perlu ditekankan lagi, bahwa gerakan akhir harus siap dalam posisi dagu – lutut – ibu jari dangan siku dibelakang peluru. Sedangkan gerakan diantara kedua garis boleh geser kesamping, lamgkah-samping, langkah-belakang dan sebagainya. Tekanannya adalah pada kecepatan gerak yang selalu ditingkatkan.Tolak peluru memiliki dua gerakan yaitu Gaya Obrien (menyamping), dan Gaya Ortodok (membelakang).


LEMPAR CAKRAM

Definisi Lempar Cakram
Lempar cakram merupakan salah satu nomor dalam perlombaan atleik lempar. Lempar cakram sudah dikenal mulai zaman purba oleh bangsa Yunani Purba. Pada setiap olahraga olympiade yang diselenggarakan oleh bangsa Yunani Purba.Nomor lempar cakram menjadi salah satu nomor yang diperlombakan. Cakrm yang digunakan pada zaman purba dibuat dari logam dengan berat antara 3 sampai 9 ponds 91,36 – 4,08kg). Dalam Olympiade modern yang mulai diselenggarakan pada tahun 1896, nomor lempar cakram merupakan nomor lempar yang harus ada dalam setiap perlombaan atletik. Perlombaan lempar cakram  untuk  wanita baru mulai  pada Olympiade IX tahun 1928 di Amsterdam. Cakram yang digunakan dalam perlombaan dibuat dari kayu berbingkai besi (logam). Berat cakram yang telah dilakukan (standar) untuk perlombaan bagi peserta wanita adalah 1kg bagi peserta pria 2kg.

Listrik Statis


Pengertian listrik statis
Listrik statis merupakan energi yang dimiliki oleh benda bermuatan listrik. Muatan listrik bisa negatif atau positif. Semua zat terbentuk dari atom-atom. Setiap atom mempunyai inti atom yang terdiri dari proton dan elektron yang mengelilinginya. Proton mempunyai muatan listrik positif, dan elektron mempunyai muatan listrik negatif. Ketika dua zat seperti balon dan tangan kamu saling digosokkan, elektron ditarik dari material yang mempunyai daya tarik yang lemah (tangan) dan menempel pada material yang mempunyai daya tarik yang kuat (balon). Hal ini menyebabkan kedua material menjadi bermuatan listrik. Material yang kehilangan elektron menjadi bermuatan positif dan material mendapatkan elektron menjadi bermuatan negatif. Balon dan tangan merupakan listrik netral (jumlah muatan positif dan negatifnya sebanding) sebelum digosok. Karena jumlah muatan positif dan negatifnya sama. Setelah digosok, balon mempunyai muatan negatif berlebih dan tangan mempunyai muatan positif yang berlebih. Muatan listrik yang tidak sejenis saling tarik menarik, sehingga muatan negatif balon ditarik ke muatan positif tangan karena perbedaan muatannya. Perhatikan dalam gambar bahwa tidak ada perubahan jumlah muatan total gabungan. Penggosokan menyebabkan elektron-elektron yang ada bergerak dari satu obyek ke obyek yang lain.
Listrik Statis di sekitar kita
Listrik statis telah banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, beberapa contohnya adalah:
a. Generator Van de Graff
Perhatikan gambar seseorang yang memegang generator Van de Graff di samping. Mengapa semua rambutnya dapat berdiri ? Ini semua dikarenakan terjadinya induksi listrik. Saat memegang permukaan bola logam yang bermuatan positif, maka terjadi pemisahan muatan listrik dalam tubuh orang itu, muatan negatif ditarik sehingga berkumpul di tangan dan muatan positif ditolak menuju ke kepala / rambut. Karena masing-masing rambut memiliki muatan yang sama maka akan terjadi gaya tolak antar rambut dan akhirnya rambutnya menjadi berdiri.
Generator van de Graff jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari, biasanya hanya ditemuan dalam laboratorium atau pertunjukan saja. Bagaimana prinsip kerja generator Van de Graff? Prinsip kerjanya sama dengan menggosok. Gesekan antara sabuk karet dengan silinder logam bagian bawah menimbulkan muatan listrik pada sabuk karet. Gerakan sabuk karet ke atas membawa muatan listrik mengalir ke kubah melalui ujung runcing di bagian atas. Muatan listrik akan tersebar menempati seluruh permukaan kubah. Adapun, gerakan sabuk karet ke bawah membawa muatan negatif. Eektron pada sabuk karet ini mengalir melalui ujung runcing bawah ke tanah untuk dinetralkan. Silinder logam bawah dijalankan dengan motor listrik, sehingga sabuk karet terus-menerus bergerak, menghasilkan muatan positif mengalir ke kubah, sehingga terbentuk muatan listrik yang besar pada kubah generator Van de Graff.
  b. Printer Laser Printer laser menggunakan prinsip listrik statis dengan cara memberi muatan pada drum dengan laser sesuai gambar atau file yang akan dicetak. Drum yang bermuatan listrik tersebut akan menarik serbuk toner dan selanjutnya akan menempel di kertas. Kemudian kertas akan melewati fuser sebagai pemanas sehingga tinta menempel sempurna di kertas. Hal inilah yang menyebabkan kertas keluar terasa panas pada saat keluar dari printer. Prinsip kerja yang hampir samajuga terjadi pada mesin fotocopy.
 
c. Petir
Selain contoh di atas, kejadian petir juga merupakan suatu gejala listrik statis.
Awan hitam yang bergerak dan bergesekan dengan udara akan menyebabkan awan tersebut bermuatan listrik. Biasanya peristiwa ini terjadi pada musim penghujan. Apabila awan melewati gedung yang tinggi, muatan negatif di dasar awan akan menginduksi bangunan gedung hingga muatan positif bergerak ke atas terkumpul di puncak gedung. Adapun, muatan negatif ditolak ke dasar gedung. Perbedaan jenis muatan antara awan dengan puncak gedung menyebabkan medan listrik. Apabila muatan pada awan bertambah, gayaelektrostatis akan memaksa muatan negatif meloncat secara tiba-tiba
dari dasar awan ke puncak gedung yang disertai dengan bunga api listrik. Apabila hal itu terjadi, maka dikatakan gedung tersambar petir. Pelepasan muatan listrik secara tiba-tiba menghasilkan bunga api listrik yang disebut petir. Loncatan muatan melalui udara menghasilkan cahaya sangat kuat dan panas yang menyebabkan udara memuai mendadak. Pemuaian udara yang mendadak menghasilkan bunyi ledakan menggelegar yang disebut guntur.
Peristiwa ini dapat terjadi juga antara satu awan dengan awan lain, maupun awan dengan benda lain di bumi.
Untuk menghidari sambaran petir, maka pada bangunan-bangunan gedung tinggi dilengkapi dengan peangkal petir. Penangkal petir biasanya menggunakan logam runcing yang diletakkan di atas gedung yang dihubungkan dengan lempeng logam yang ditanam di dalam tanah. Cara kerja penangkal petir didasarkan pada dua cara, yaitu:
  1. Loncatan elektron dari awan mengalir melalui penangkal petir dan masuk ke dalam tanah. Bumi merupakan penampung elektron sampai jumlah tak terbatas.
  2. Ujung penangkal petir yang runcing memudhkan perpindahan muatan listrik, jika muatan positif yang berkumpul di logam runcing mengalir ke awan, maka muatan listrik induksi akan berkurang dan awan menjadi semakin netral, sehingga kemungkinan sambaran petir menjadi semakin kecil.

Sabtu, 20 Oktober 2012

Hakikat Sosialisasi


A.    Hakikat Sosialisasi

                                                                                                                             

Secara sederhana, proses penanaman nilai – nilai dan norma social kepada generasi berikut itulah  yang dinamakan sosialisasi.

 

1.      Pengertian Sosialisasi

 

Contohnya, saat pertamakali masuk di SMA dengan maksud untuk mengenalkan siswa baru dengan lingkungan dan tata tertib sekolah yang berlaku maka dilakukan sebuah proses atau kegiatan yang disebut orientasi pengenalan sekolah. Untuk seorang pekerja kantoran diperlukan training untuk mempelajari cara- cara yang berlaku di perusahaan tersebut. Proses- proses tersebut sering disebut dengan istilah sosialisasi.

 

Binatang juga melakukan sosialisasi tetapi manusia harus menentukan sendiri apa yang dilakukannya. Keputusan itu didasarkan pada rasionalitasnya bahwa suatu hal harus dilakukan karena baik  bagi dirinya dan hal lain tidak dilakukan karena tidak baik bagi dirinya maupun orang lain. Contohnya, seorang siswa belajar giat karena sadar akan hal tersebut berguna bagi masa depannya.

 

Karena dilihat dan dirasakan baik,keputusan ini kemudian menjadi kebiasaan yang diikuti oleh individu- individu lain. Kebiasaan- kebiasaan  ini kemudian ditegakkan menjadi bagian  dari kebudayaan kelompok atau masyakat tersebut.Contohnya, menuntut ilmu yang dirasa baik seta berguna bagi seseorang sehingga diikuti oleh banyak orang.

 

Kebiasaan suatu kelompok manusia dapat berbeda dengan kelompok lain. Kebiasaan –kebiasaan tersebut umumnya berusaha ditanamkan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Tujuannya adalah agar anggota kelompok atau masyarakat dari generasi berikut dapat bersikap dan berpilaku sesuai dengan kebiasaan yang dianut oleh kelompok atau masyarakat tersebut. 

 

Penanaman atau proses belajar anggota kelompok atau masyarakat tentang kebiasaan- kebiasaan di dalam kelompok atau masyarakatnya dalam sosiologi disebut sosialisasi.

Jadi sosialisasi adalah proses belajar seorang anak untuk menjadi anggota yang berpartisipasi di dalam masyarakat. Yang dipelajari dalam proses sosialisasi adalah peran, nilai, dan norma.

 

Menurut Berger dan sejumlah tokoh sosioligi, yang dipelajari dalam proses sosialisasi  adalah peran- peran. Bagaimana seseorang berperan sesuai dengan nilai, kebiasaan, dan norma yang berlaku dan ditransfer dari masyarakat atau kelompoknya.

Sementara menurut beberapa tokoh lain seperti Gaslin mengemukakan bahwa yang dipelajari dalam proses sosialisasi adalah nilai dan norma social.

 

2. Peran Nilai dan Norma Sosial dalam Sosialisasi

 

Seseorang merupakan produk social dari hasil interaksinya dengan orang lain. Dalam interaksi terebut, ia mengalami proses sosialisasi. Artinya sejak lahir seseorang  melakukan proses belajar tentang bagaimana bertindak dan berprilaku sesuai dengan nilai dan norma- norma social yang berlaku di dalam masyarakat melalui refleksi teradap orang lain. Dengan demikian, nilai dan norma- norma tersebut lama- kelamaan menjadi bagian dari dirinya.

 

Meskipun nilai dan norma social merupakan isi yang dipelajari seseorang untuk membentuk dirinya, nilai dan norma social juga menjadi penentu bagaimana pola sosialisasi akan berlangsung dalam diri seseorang. Contohnya, dalam masyarakat feudal menurit seseorang untuk tunduk dan patuh kepada seseorang yang lebih tua. Oleh karena itu, proses belajar anak adalah pasif dimana ank dipaksa untuk menerima nilai dan norma. Sementara dalam masyarakat demokratis, nilai dan norma social yang berlaku adalah kesamaan derajat. Pola sosialisasi yang berlangsung di masyarakat ini cenderung partisipatoris dimana anak berperan aktif untuk belajar menbentuk diri, sesuai dengan refleksi dirinya.

 

Pada dasarnya tidak ada seseorang manusian pun yang tidakmelakukan proses sosialisasi dalam hidupnya. Manusia hidup dan dari masyarakat. Proses sosialisasi juga dapat mewarnai cara berfikir dari kebiasaa- kebiasaan hidupnya. Akhirnya, a akan terampil dan pandai dalam hidup bermasyarakat.

 

Contoh kasus individu yang tidak mendapat sosialisasi adalah Anna, Issabelle, dan Genie. Kasus tersebut menggambarkan betapa pentingnya sosialisasi bagi jiwa manusia. Tanpa sosialisasi, kemampuan akal, emosi, dan jiwa seseorang tidak dapat berkembang sesuai yang diharapkan masyarakatnya.

Setangkai Mawar Hilang


Setangkai  Mawar Hilang

Karya : Ade Chandra Nurlaksono

 

Alunan angin …

Tak berhenti menyejukan kesedihan

Hanya  awan gelap menyapa

Disaat setangkai mawar merah menghiasi tangis ini

Ku pandang .. Tak Pernah Terang..

Hanya lilin-lilin kecil menemaniku

Menyaksikan tarian setangkai mawar

Bersama angin …

Sebagai alunan irama nan syahdu

Menyayat kesunyian hingga terbang sang Mawar

Meninggalkan segala goresan luka di tangan

Tapi Aku percaya …

Sang  surya akan memperlihatkan Sinarnya

Menghidupi  jalan-jalan kelam

Hingga harapanpun  mulai datang

Bersama setangkai Mawar yang hilang

Hukum Dasar Ilmu Kimia dan Soal-soal


HUKUM DASAR ILMU KIMIA

 

1. Hukum Kekekalan Massa ( Lavoisier)

     Berbunyi : Massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama (dalam sistem tertutup)

Contoh : Ditimbang tembaga seberat 63,5g dan serbuk halus belerang seberat 32g. Setelah dipanaskan dengan sempurna terjadi zat baru seberat 95,5g.

Jadi : Tembaga   +  Belerang                Tembaga silfida

63,5g             32g                    95,5g

 

2. Hukum Perbandingan Tetap (Proust)

Berbunyi : Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa adalah tertentu dan tetap.

Contoh : Dalam senyawa H2O,

Perbandingan massa H dengan O adalah = (2 x Ar H)  :  (1 x Ar O)

  (2 x 1)        :  (1 x 16)

2          :       16

1           :        8

 

3. Hukum Perbandingan Berganda (Dalton)

Berbunyi : Jika dua jenis unsur dapat membentuk dua macam senyawa atau lebih, maka massa unsur-unsur pertama (dalam senyawa itu) yang bersenyawa dengan massa yang sama dari unsur ke-dua, berbanding sebagai bilangan yang mudah dan bulat.

Contoh : Unsur besi (Fe) dengan oksigen (O) dapat membentuk dua macam senyawa

I. Besi (II) oksida (FeO)       = massa Fe : massa O =   56 : 16 = 7 : 2

II. Besi (III) oksida (Fe2O3) = massa Fe : massa O = 112 : 48 = 7 : 3

Perbandingan massa O pada senyawa I : II = 2 : 3 merupakan bilangan yang mudah dan bulat.

 

4. Hukum Perbandingan Volume (Gay Lussac)

Berbunyi : Bila diukur pada suhu dan tekanan yang sama, volume gas-gas yang bereaksi dan gas-gas hasil reaksi berbanding sebagai bilangan yang bulat dan sederhana.

Contoh : Reaksi 2 liter gas H2 (T,P) dan 1 liter gas O2 (T,P) menghasilkan 2 liter uap air H2O (T,P)

Perbandingan volume gas H2 : O2 : H2O = 2 : 1 : 2

Perbandingan volume gas-gas yang terlibat dalam reaksi di ukur pada T,P yang sama = perbandingan angka koefisien.

 

5. Hukum Avogadro

Berbunyi : Pada suhu dan tekanan yang sama, semua gas-gas yang volumenya sama mengandung jumlah molekul yang sama pula .

Contoh : Reaksi 2 liter gas H2 (T,P) dan 1 liter gas O2 (T,P) menghasilkan 2 liter uap air H2O (T,P)

Reaksi 2 liter gas H2(T,P) mengandung 2n molekul gas H2, dan 1 liter gas O2 (T, P) mengandung n molekul gas O2, menghasilkan 2 liter uap air H2O (T,P) mengandung 2n molekul gas H2O

 

2n molekul H2  +  n molekul O2                  2n molekul H2O

 

 

 

 

RUMUS EMPIRIS DAN RUMUS MOLEKUL

 

Rumus Empiris (RE) adalah : perbandingan mol atom dari unsur-unsur penyusun senyawa

Untuk menentukan rumus empiris, yang harus diketahui adalah :

-. Berat,  (%) unsur-unsur penyusun senyawa

-. Massa atom relatif (Ar) unsur-unsur penyusun senyawa

 

Contoh : 1. Suatu senyawa tersusun dari 84% C dan 16% H

                 (Ar H=1; C=12)

 Jawab : mol C : mol H = 84/12 : 16/1

              7    :   16    Jadi RE = C7H16

 

2. Suatu gas mengandung 48 gram C, 12 gram H dan 32 gram O (Ar C=12; H=1; O=16). Hitung rumus empirisnya !

Mol C ; mol H ; mol O = 48/12 : 12/1 : 32: 16

4 : 12 : 2 =  2: 6 : 1 = C2H6O

 

Rumus Molekul (RM) adalah : rumus yang menyatakan jumlah atom-atom dari unsur-unsur yang menyusun suatu molekul senyawa.

Untuk menentukan rumus molekul yang harus diketahui adalah :

-. RE

-. Massa atom relatif (Ar) masing-masing unsur

-. Massa molekul relatif (Mr) senyawa

 

Contoh :

   Rumus empiris senyawa adalah NO2 (Ar N=14; O=16), Mr senyawa adalah 92.

 Bagaimana rumus molekulnya ?

 Jawab : (NO2)n =92

  46n = 92                       n = 2, maka RM = (NO2)2 atau N2O4

 

Kadar Unsur Dalam Senyawa

Kadar unsur-unsur dalam senyawa ditentukan oleh rumus kimianya.

Rumus kimia adalah : rumus yang menyatakan perbandingan mol atom unsur-unsur penyusun senyawa.

Perbandingan mol dapat dihitung dari perbandingan massa/Ar.

Kadar X =  X x Ar x100%
     Mr
 



                                                                 Keterangan :

                                                                 X = jumlah unsur dalam senyawa

                                                                 Ar= massa atom relatif

                                                                 Mr= massa molekul relatif

 

Contoh :

1. Berapa kadar masing-masing unsur dalam senyawa berikut : (diketahui Ar N=14; H=1; O=16; S=32)

 a. (NH4)2SO4

 Jawab : N ada 2

 Kadar    =    X x Ar N   x 100%

        Mr

Kadar =    2 x 14  x 100%
(28 + 8 + 32 + 64)
 



                                                              = 28/132 x 100% 

                                                              = 21,2%

 

b. NH4NO3 

 

 

 

Soal :

1. Suatu oksida nitrogen terdiri dari 7 gram nitrogen dan 12 gram oksigen. Tentukan rumus empirisnya ! (Ar N=14; O=16)

Mol N : mol O = 7/14 :  12/16 = 0,5 : 0,75 = 50 : 75 = 2 : 3 = N2O3

 ………………………………………………………………………………………………………………

2. Bahan penyedap makanan monosodium glutamate (MSG) mempunyai susunan 13,6% Na; 35,5% C; 4,8% H; 8,3% N; dan 37,8% O. Tentukan rumus empiris senyawa itu ! (Ar H=1; C=12; N=14; O=16 dan Na=23)

Mol Na : mol C : mol H : mol N : mol O = 13,6/23 : 35,5/12 : 4,8/1 : 8,3/14 : 37,8/16

= Na..C..H..N..O..

    ……………………………………………………………………………………………………………

3. Tentukan rumus empiris senyawa tersebut !

 a. 26,53% K; 35,37% Cr, sisanya oksigen  (Ar K=39; O=16; Cr=52)

mol K : Mol Cr : mol O = 26,53/39 : 35,37/52 : 38,1/16 =

       ………………………………………………………………………………………………………………

 b. 29,11% Na; 40,51% S, sisanya oksigen  (Ar Na=23; O=16; S=32)

       ………………………………………………………………………………………………………

4. Senyawa dengan rumus empiris CH2O mempunyai massa molekul relatif (Mr)=60.   Tentukanlah rumus molekul senyawa tersebut ! (Ar C=12; H=1; O=16)

  ……………(CH2O)n = 60

30 n =60 maka n =2………RM = (CH2O)2…………………………………………………………………

 

5. Senyawa dengan rumus empiris CH2 mempunyai Mr=42.   Bagaimanakah rumus molekul senyawa itu ? (C=12; H=1)

     …………………………………………………………………………………………………………………

6. Dalam 7,5 gram suatu senyawa hidrokarbon (senyawa C dan H) terdapat 6 gram karbon. Massa molekul relatif (Mr) senyawa itu 30. Tentukan rumus empiris dan rumus molekul senyawa tersebut ! (Ar H=1; C=12)  …………

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

7. Berapa kadar C dan N dalam pupuk urea CO(NH2)2 ? (Ar C=12; O=16; N=14; H=1)

 …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

8. Hitunglah massa nitrogen yang terdapat dalam :

 a. 100 gram Ca(NO3)2 (Ar Ca=40; O=16; N=14; C=12; H=1)

 (Hitunglah g menjadi mol dan diuraikan)

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

 b. 200 gram (C2H5)2NH

 …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

 c. Berapa gram asam fosfat (H3PO4) dapat dibuat dari 6,2 gram fosforus ? (Ar H=1; O=16; P=31)

      ……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

 

Text Widget

Mimpi adalah harapan...

Blogger templates

Fish

Followers

Instagram